Feeds:
Tulisan
Komentar

Tiba-tiba sebuah ide muncul untuk meng-update blog wordpress saya ini dengan cepat dengan mempergunakan QuickPress.

Jadi cepat posting, seperti update status pada facebook aja…

Perpanjangan SIM di Poltabes Denpasar cepat – Tanpa Calo
Salut deh dengan Poltabes Denpasar, khusus nya bagian lantas, sekarang ini pengursan perpanjangan SIM (Surat Izin Mengemudi) di poltabes Denpasar sangat cepat dan tanpa calo….. benar-benar tanpa calo.
Sebenarnya sih udah pernah dengar akan hal ini dari seorang teman, namun tak begitu yakin. Habisnya dari pengalaman selama ini, mengurus perpanjang SIM sendiri, selalu memakan waktu yang lama.
Hari ini, tanggal 3 September 2009 kebetulan mau memperpanjang SIM A. Sekitar jam 10 udah sampai di Poltabes, langsung menuju di tempat pengurusan SIM, kelihatanya udah rame banget, habis jam 10 baru nyape… mestinya pagi-pagi.
Sampai pintu masuk, tepat di sebelah kiri kelihatan papan besar mengenai sekema pengurusan SIM Baru dan perpanjangan. Untuk perpanjangan SIM diperlukan:
1. Copy kartu identitas (KTP / KIM / KIPPEM)
2. Copy SIM yang akan diperpanjang
3. Surat Keterangan Sehat.
Copy KTP dan SIM A udah punya, namun poin 3 yaitu Surat Keterangan Sehat, belum punya. Waduh… kalu gitu mesti ke puskesmas atau rumah sakit terdekat dulu untuk cari keterangan sehat.
Beberapa saat kemudian saya masuk dan tanya Pak Polisi yang berjaga di depan pintu,  dimana mencari Surat Keterangan Sehat, dan Pak polisi dengan ramah menunjuk tempatnya, yang kebetulan tempat tersebut kelihatan dari depan pintu masuk tersebut.
Saya pun menuju tempat tersebut, mengambil nomor antrian. Besar juga juga nomor antrian saya, nomor 34. Namun ternyata dari panggilan yang terdengar sudah nomor 18. Kelihatanya giliran tak bakalan lama lagi, dan benar juga sekitar 20 menit kemudian sudah dipanggil masuk. Petugas minta copy sim A dan KTP, kemudian mengecek tensi, terus disuruh baca angka di meja beberapa kali, dan lain-lain kemudian seorang petugas di sebelahnya menyerahkan surat keterangan sehat, selesai sudah. Oh iya…biayanya  Rp 25.000.
Selanjutnya kembali menuju ke tempat pengurusan SIM, begitu masuk di sapa lagi dengan ramah oleh seorang Pak Polisi. Tentu saja saya bilang mau memperpanjang SIM, kemudian berkas saya dilihat, terus ditujuk untuk menuju ke loket Bank.
Saya berjalan ke loket Bank, dan membayar biaya sebesar Rp 60.000,- Petugas Bank menginformasikan untuk ke Loket 1 – Pendaftaran, langsung kesana dan memasukan berkas perpanjang SIM di Loket 1 – penyerahan Berkas. Dan ibu petugas mempersilahkan duduk dan menunggu.
Tak liatin tumpukan berkas cukup banyak, waduh….sekarang pasti bakalan nunggu lama. Namun sekitar 20 – 30 menit nama saya sudah dipanggil, dan berkas diberikan kepada saya, dengan sebuah map serta formulir pendaftaran untuk diisi.
Saya pun mengisi formulir pendaftaran tersebut, di meja yang banyak tersedia diruangan tersebut dan di atas meja terdapat contoh formulir yang sudah diisi. Hal ini sangat membantu mempercepat pengisian formulir tersebut. Untung udah bawa alat tulis (pulpen) kalau tidak mesti antre lagi atau mondar-mandir cari pinjaman pulpen.
Setelah formulir tersebut terisi, jadi bingung mau dibawa kemana lagi. Sebenarnya tadi pak Polisi di loket 1 sudah mengiformasikan, tapi saya lupa. Ah..tanya tanya saja ke pak Polisi yang berjaga didekat pintu masuk tadi, dan Pak Polisi mennujuk ke subuah meja di dekat pintu masuk. Berkas pun saya serahkan ke petugas disana dan meminta saya menunggu.
Kurang lebih 20 menit menunggu, nama di panggil petugas dari sebuah loket yang terletak di sebelah kiri loket 1. Sempat baca tulisan didepan loket tersebut, yaitu “Koreksi” waduh… salah dah ngisi formulir. Pikir saya. Ehhh ternyata tidak ada kesalahan… ibu petugas tersebut mempersilahkan ke ruang sebelah.
Ternyata ruang ini adalah ruang pengolahan data, di ruangan ini terdapat meja panjang berbentuk L dan banyak Polisi dengan layar monitor komputer di depanya, mungkin sekitar 8 – 10 komputer. Maaf lupa menghitungnya….
Seorang Bapak polisi mempersilahkan untuk mendekatinya dan meminta berkas yang saya bawa, kemudian membaya data-data seperti: golongan SIM yang diurus, nama, tanggal lahir, tinggi badan, alamat, apa lagi ya??…  itu saja. Kemudian pak polisi tersebut mempersilahkan ke ruang disebelahnya lagi.
Ruang ini adalah ruangan photo, petugas disana mempersilahkan saya duduk di denpanya. Dimana diantar kami terdapat monitor dan kamera, serta scaner jari disebelahnya. Pak Polisi meminta saya utk meletakan ibu jari kiri terlebih dahulu di scaner tersebut kemudian ibu jari kanan dan dia bilang geser ke kanan sediki Pak… siap jepret… sudah selesai dan kemudian menuju tempat pengambilan SIM.
Di loket terakhir ini menunggu tidak sampai 5 menit sudah dipanggil dan SIM pun sudah selesai. Dan ringtone diperut bunyi…. Waduh… udah lapar nih, tak lihat waktu di Hp menujukan pukul 11.36 menit … jadi total waktu untuk perpanjangan SIM ini sekitar satu setengah jam saja…. Sangat cepat khan….
Akhirnya saya membuktikan sendiri pengurusan  perpanjangan SIM (Surat Izin Mengemudi) di poltabes Denpasar sangat cepat dan tanpa calo….. benar-benar tanpa calo dan cepat…..
Semoga saja pengurusa SIM akan tetap terjaga seperti ini, dan bahkan mungkin akan lebih baik.

Salut deh dengan Poltabes Denpasar, khusus nya bagian lantas, sekarang ini mengurus sendiri perpanjangan SIM (Surat Izin Mengemudi) di poltabes Denpasar sangat cepat dan tanpa calo….. benar-benar tanpa calo.

Sebenarnya sih udah pernah dengar akan hal ini dari seorang teman, tapi tak begitu yakin. Habisnya dari pengalaman selama ini, mengurus perpanjang SIM sendiri, selalu memakan waktu yang lama. Namun,  akan coba membuktikan sendiri kebenaran informasi di atas.

Lanjut Baca »

Puisi tentang Gajiku

Setelah lihat gaji bulan ini udah masuk rekening, tiba-tiba aku ingin buat puisi tentang gajiku…jadi judulnya ya gajiku.

Gajiku

Kumau tak seorangpun memotong….. Gajiku…..

Tidak juga kau….. kecuali Aku dan para setan kredit….

Aku….. hanyalah seorang small employee….

Yang terbelunggu di perusahaan ini…

Dalam tumpukan perkerjaan yang berserakan….

Lama Tidak Posting

Waduh…. ternyata udah lama buanget tidak posting artikel lagi di blogku ini, iya nih ternyata sudah lebih dari 2 bulan tidak ada satu artikel pun. Gimana bisa berhasil belajar menulis kalao gini.

Maklumlah…pekerjaan sehari-hari aja buanyak yang menempuk dan mesti diselesaikan dengan cepat dan tepat, belum lagi update beberap website pkus ini itu dan lain sebagainya…

Iyahhh… itu hanya alasan yang kelise aja. memenag dari dulu ya gitu gitu aja, bolak balik dan jalan ditempat enggak ada perkembangan yang berarti.

He..he..he… ternyata daku ngomel – ngmel pada diri sendiri nih… Udahlah mulai hari ini akan ku coba lagi menulis, walapun beberap deret kalimat aja.

Semangaaattttt…..

iya nih ternyata sudah lebih daru 2 bulan tidak ada satu artikel pun. Gimana bisa berhasil belajar menulis kalao gini.iya nih ternyataSemangaatt sudah lebih daru 2 bulan tidak ada satu artikel pun. Gimana bisa berhasil belajar menulis

 

Hari ini 1 Juni 2009, selain saya kenal sebagai Hari Lahir Pancasila, hari ini juga bertepatan dengan hari kebulatan tekad saya untuk berhenti merokok….
Ya… 1 Juni 2008, setahun yang lalu saya bertekad untuk berhenti merokok. Biasanya saya menghabiskan 2 – 3 bungkus perhari… pada saat itu saya langsung stop sampai sekarang…
Tak terasa setahun telah berlalau

Hari ini 1 Juni 2009, selain saya kenal sebagai Hari Lahir Pancasila, hari ini juga bertepatan dengan hari kebulatan tekad saya untuk berhenti merokok….

Ya… 1 Juni 2008,  setahun yang lalu saya bertekad untuk berhenti merokok. Biasanya saya menghabiskan 2 – 3 bungkus perhari… pada saat itu saya langsung stop sampai sekarang…

Tak terasa setahun telah berlalau..

Tidak jadi Golput. Kenapa?

Sejujurnya saya sampaikan bahwa pada mulanya saya berkeinginan golput saja untuk pemilu April 2009 mendatang ini.

Memang saya sudah golput pada era orde baru dulu, kemudian saya pensiun golput pada era reformasi ini karena saya yakin bahwa harapan – harapan untuk hidup berbangsa dan bernegara akan menjadi lebih baik, paling tidak ada harapan akan adanya perubahan, walapun pada kenyataanya sampai sekarang tidak ada perubahan yang berarti dan setumpuk kekecewaan dengan sistem pemilu dan pemerintahan kita ini. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk golput kembali.

Banyak sekali kekecawaan kekecewaan yang membuat saya memutuskan untuk golput lagi, yang pada dasarnya sama seperti masyarkat lainya. Disini saya tidak membahas mengenai hal tersebut, tapi saya akan  menyampaikan… saya tidak jadi golput. Kenapa????…

Lanjut Baca »

Selamat Hari Raya Nyepi

Kesuyian dan keheningan sebagai akhir tahun yang lalu dan awal tahun yang baru….

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1931…

Seorang teman lama saya, Gede susila Aryana memberitahukan saya mengenai facebook beberapa waktu yang lalu.

Pada saat itu saya juga mendaftar di facebook, yeah saya mendaftar karena itu persyaratan agar saya bisa melihat profile temana saya, gede….Namun pada saat itu tidak terlalu menarik perhatian saya, saya pikir hanyalah semacam frienster saja…

Bebarapa hari kemudian saya mempunyai waktu luang dan saya teringat mengenai facebook ini, saya pun mencoba menjelajahinya… dan kesan pertama yang saya dapatkan adalah:

Lanjut Baca »

I am on facebook

Akhirnya…. saya gabung juga di facebook.com…

Gusti M Setiawan's Facebook profile

Silahkan klik photo saya, kalau mau lihat saya di facebook, atau mau bergabung atau mau tahu lebih banyak tentang facebook…

Thanks to my friend, Gede Susila Aryana… yang udah memperkenalkan facebook ini ke saya.

Berita ini baru saja saya baca di harian Bali Post edisi Selasa Umanis, 9 Desember 2008, yang mana judul aslinya adalah “Warga Pasek Bangun Krematorium Hindu

Walapun judulnya demikian, namun krematorium ini tidak hanya diperuntukan oleh warga pasek saja, tapi juga warga Hindu dari berbagai soroh lainya, termasuk warga Hindu perantauan, warga Hindu yang non-Bali, serta warga dari agama lainya juga…

Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »