Tentu saja kita berhenti merokok karena pertimbangan alasan kesehatan, agar hidup lebih sehat. Atau karena alasan ekonomi, menguraingi pengeluaran.
Namun, disini saya akan mengumukakan alasan saya sendiri mengapa saya berhenti merokok.
Ada beberapa hal-hal yang mendasar yang membuat kenapa saya berhenti merokok, namun sebelum saya menyampikan hal-hal mendasar tersebut, terlebih dahulu saya mau menyampaikan tujuan saya kenapa saya menulis alasan-alasan ini. Saya berharap dengan membaca dan mengingat ingat alasan-alasan berikut ini, akan membuat tekad saya semakin mantap untuk berhenti merokok.
Bilamana tekad saya mulai terkikis dan saya tidak tahan menghadapi godaan ingin mengisap rokok lagi maka saya akan memaksak otak saya untuk “mengisap” ingatan akan alasan saya berhenti merokok.
Berikut adalah beberapa hal-hal yang mendasar kenapa saya berhenti merokok:
1. Janji
saya sudah pernah berjanji beberapa kali bahwa saya akan berhenti merokok, tapi kenyatanyanya sekian kali juga saya mengingkarinya.
Pertama kali saya berjanji berhenti merokok pd tgl 18 Mei 1995, ketika istri saya melahirkan yang pertama kalinya. Pada waktu itu ada sedikit ganguan dan harus dilakukan operasi cesar. Saya pun berdoa kepada Tuhan agar mereka berdua selamat. Dan pada saat itu juga saya berjajanji akan berhenti merokok.
Mereka berdua akhirnya selamat… saya bersyukur kepada Tuhan. Saya pun berhenti merokok, tapi cuma beberapa hari saja…
Kedua kalinya saya berjanji, Saya udah lupa kapan tanggalnya, tapi saya tidak akan pernah lupa peristiwa tersebut. Pertama kali dalam sejarah hidup saya mengalami operasi. Ada 3 batu pada ginjal saya, sebenar 2 pada ginjal dan 1 pada saluran kencing. Batu tersebut mesti “ditembak” dengan sinar lasser. Sekarang ini sih operasi adalah operasi ringan saja. Tapi bagi mereka yang mengalami tetaplah sebuah operasi yang berat yang merupakan berjuangan antara hidup dan mati.
Singkat cerita saja, ketika saya sudah berada di meja operasi dan sudah ditembak beberapa kali, pertam-tama sakitnya bisa saya tahan, lama kelama tambah sakit dan pada waktru saya mau pingsan saya pun pasrah kepada Tuhan dan saya berjanji untuk tidak merokok lagi.
Janji Ketiga – sewaktu anak kedua lahir sebelum waktunya, usia kandungan baru sekitar lima bulan. Dia hanya sempat ada di dunia beberapa jam saja…. saya tidak kuat melanjutkan kisah ini secara detail…. Dengan berurai airmata ku berjanji. dengan berurai airliur pun aku mengingkari.
Janji ke-empat – sewaktu anak ke tiga lahir muda juga dan meninggal. Lagi berurai airmata.
3. Karena bosan merokok.
Saya merasa sudah cukup lama saya merokok yaitu sekitar 20 tahun, jadi saya kira sebaiknya bosan lah sudah. Tidak mungkin bosan merokok, namun saya akan mencoba memaksa bosan merokok.
4. Karena tidak mampu lagi beli rokok.
Kalau beli satu dua batang sih enggak apa-apa, tapi ini sehari bisa 2 – 3 bungkus. enggak kuat dah.
5. saya pikir lebih baik kita berhenti merokok atas ke sadaran atau kehendak kita sendiri dari pada dipaksa berhenti oleh keadaan seperti sakit parah misalnya. Enggak usah nunggu sakit baru berhenti khan.
Masih banyak alasan-alasan lainya yang saya kira tidak usah dikemukankan semuanya, nanti malah menjadi membosankan…. alasan-alasan saja.
Semoga kali ini saya dapat memenuhi janji saya untuk berhenti merokok….
